VISI :

“Melangkah bersama penuh cinta dalam karya”.

Sabtu, 28 Desember 2013

Dibutuhkan Pengajar (Guru)

Standard


Dibutuhkan pengajar dengan mata pelajaran IPS, Matematika, IPA, PPKN, B. Indonesia, dan Kesenian (untuk Sekolah Dasar).
 

Syarat:
1. Ikhlas
2. mau belajar
3. free di hari sabtu dan minggu( jadwal sementara)
 

Jika teman-teman berminat menjadi relawan, hub.  085250905161 (widhi).

Senin, 23 Desember 2013

Masalah di lingkungan Kampus FKIP Universitas Mulawaran

Standard


Universitas Mulawarman adalah perguruan tinggi negeri di Samarinda. Universitas ini berdiri pada tanggal 27 september 1962, sehingga merupakan universitas tertua di Kalimantan timur. Universitas Mulawarman merupakan perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Kalimantan. dengan jumlah mahasiswa mencapai 37.000 orang. Kampus utamanya terletak di gunung kelua sedangkan kampusnya yang lain terletak di jalan pahlawan dan jalan banggeris.
Universitas Mulawarman memiliki beragam fakultas, salah satunya adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Fakultas ini dahulu merupakan Institut Keguruan dan Ilmu Pendididkan Samarinda yang kemudian berintegrasi dengan Universitas Mulawarman pada tanggal 10 Maret 1978. Sehingga berdiri Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang diresmikan pada tanggal 11 September 1978.
Sejak berdiri hingga saat ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tentu tidak luput dari kekurangan. Meskipun terus berbenah dan menyempurnakan sarana serta prasarana masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Fakultas ini, diantara masalah yang ada, beberapa yang urgent untuk dibenahi salah satunya  adalah :

  Kelas Minim dan Penggabungan kuliah

Jumlah mahasiswa yang semakin bertambah tiap tahunnya tidak dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana perkuliahan. Ruang kelas yang minim membuat mahasiswa sering berebut kelas. Tidak hanya pada mahasiswa satu jurusan, bahkan fenomena rebutan kelas ini terjadi antar jurusan. Sebagai contoh, Jurusan Bahasa Inggris tidak jarang berebut kelas dengan jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sangat disayangkan hal seperti ini terjadi pada Universitas terbaik se-kalimantan. Akibat lain dari minimnya ruang perkuliahan, tidak jarang terjadi pula penggabungan kelas. Dampak buruk dari penggabungan ini adalah suasana kelas yang sangat padat. Selain suara dosen tidak terdengar dengan baik, ruangan kelas pun menjadi pengap. Pengap disebabkan karena oksigen yang minim didalam ruangan, hal ini dapat menyebabkan suplai oksigen ke otak menjadi sedikit sehingga konsentrasi mahasiswa menurun dalam menerima ilmu. Bahkan tak jarang juga menyebabkan kantuk yang berlebihan.
“Kemana uang pembangunan kita? Mengapa kami dilempar kesana-kemari?“. Ya itulah perkataan yang diucapkan oleh mahasiswa FKIP, mereka tidak semua memiliki kendaraan, dan tergolong kurang mampu. Sebagian dari mahasiswa tersebut harus melewati kemacetan di Samarinda, belum lagi jika terjadi hujan. Terlambat, ya itu sudah menjadi resiko yang harus dihadapi mahasiswa.
Inilah dokumentasi yang terjadi  ditiga kampus FKIP Unmul, angkat kursi, rebutan kelas sudah menjadi hal yang biasa dihadapi oleh mahasiswanya, tanggapan negatif beberapa mahasiswa mengenai hal ini juga perlu menjadi pelajaran bagi pihak fakultas untuk dapat menyikapi keadaan ini. 
Selain itu, masih ada lagi yang urgent dan perlu dibenahi diantaranya :

 1. Tempat beribadah
Beribadah merupakan kewajiban bagi setiap manusia, terutama bagi rekan – rekan mahasiswa yang beragama islam. Bagi seorang muslim, beribadah sholat 5 waktu merupakan kewajiban. Sholat juga mensyaratkan khusyuk dan suci bagi siapapun yang melaksanakannya. Apabila syarat sholat tidak dipenuhi, maka sholat tidaklah sah. Tempat ibadah (mushola) di tiga kampus FKIP terutama di Gunung Kelua (GK) kurang mendapat perhatian terutama pada tempat wudhu dan kamar kecil. Sering ditemukan air untuk berwudhu yang tidak bersih dan tidak mengalir dengan baik. Bahkan tempat berwudhu untuk wanita di kampus pahlawan tidak ada pintunya. Permasalahan lainnya yaitu jumlah mukena yang minim, sebagian besar bahkan tidak terawat. Selain kotor, mukena yang ada di inventaris mushola juga kadang berbau tidak sedap. Oleh karena itu demi kelancaran dan kenyamanan beribadah diharapkan pihak FKIP Unmul dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi musholah yang ada di kampus FKIP.

2. Pelayanan TU yang Tidak Tepat Waktu
Dalam rangka menunjang kelancaran proses belajar mengajar di instansi Universitas diperlukan suatu bagian yang mendukung kegiatan yaitu ketatausahaan. Tata usaha merupakan suatu bagian dari Universitas yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar agar berjalan lancar sesuai apa yang telah direncanakan. Namun kenyataan yang terjadi adalah ketidak tepatan waktu bagian staf tata usaha



Minggu, 22 Desember 2013

Jumat, 29 November 2013

BEM FKIP Unmul Sebut Guru jadi Korban Kurikulum 2013

Standard
SAMARINDA - Jika hendak menerapkan Kurikulum di Indonesia khususnya Kaltim, maka harus dibarengi dengan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan. Kenyataannya khususnya di Kaltim, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan masih hanya dirasakan sebagian besar masyarakat perkotaan. Itulah salah satu hal yang melatar belakangi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unmul melakukan unjuk rasa damai di simpang 4 Mal Lembuswana (voorvo), Senin (25/11/2013). Dalam aksinya, mahasiswa juga menuntut agar pembangunan terutama sarana dan prasarana pendidikan di perbatasan dan pedalaman Kaltim mendapatkan perhatian. Mahasiswa menyebut, salah seorang kepala SMA di Nunukan sudah mengeluhkan penerapan Kurikulum 2013. "Tuntutannya, kita minta evaluasi. Karena beberapa daerah terutama di perbatasan Nunukan, Sebatik masih kurang. Sudah diterapkan tapi disana tidak siap karena sarana dan prasarana tidak mendukung diterapkannya kurikulum itu," kata Ari Bagus, Ketua BEM FKIP Unmul dan Ketua IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia). Selain di Kaltim, aksi serupa juga kata Ari dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia. "Hari ini kita melihat, kurikulum 2013 sudah diterapkan di tiap daerah ya. Tapi implementasinya belakangan, justru guru sangat kebingungan dengan penerapan sistem ini. Karena tidak dibarengi dengan penunjang sarana dan prasarana," kata Ari. Pelatihan yang dilakukan Kemendikbud juga menurut Ari dinilai tidak maksimal dan terkesan hanya formalitas. Padahal, anggaran Kurikulum 2013 ini berdasarkan data Panja Kurikulum Kemendikbud tercatat sebesar Rp 513 miliar. Menurut mahasiswa, dana sebesar itu sebenarnya sudah cukup untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di daerah terpencil dan pedalaman. "Hanya mengedepan ceramah dan tidak ada tindak lanjutnya, seperti itu. Menyebabkan kemudian guru itu menjadi bingung. Karena sekarang ini, kurikulum hampir setiap tahun berganti terus. Tetapi implementasi di lapangan selalu membingungkan guru," kata Ari. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: FeriMei
Sumber: Tribun Kaltim

PENJASKESREK "Mahasiswa Desak Dosen Pungli Dimutasi"

Standard



SAMARINDA - "Turunkan Ruslan, skorsing hanya kedok, bakar fotonya ruslan. Jangan ada yang pulang, kita tetap mengawal kawan kawan yang pertemuan dengan rektorat" itulah suara dari sejumlah mahasiswa FKIP Penjas Unmul saat orasi demontrasi menuntut oknum dosen yang diduga kuat telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) bertahun tahun sejak angkatan 2004 dilakukan oleh dosen Ruslan kepada mahasiswanya, di halaman rektorat Unmul Rabu (27/11/2013). Demo yang dilakukan sekitar 300 mahasiswa membawa baju olahraga bukti Pungli, spanduk, dan pengeras suara sejak jam 11.30 siang tersebut membuat Rektor Unmul Zamruddin Hasyid turun dari ruang kerjanya dari lantai 3 ke halaman gedung rektorat sejam kemudian. "Tolong kumpulkan bukti bukti fisik, bukti rekaman, maupun gambar untuk menguatkan BAP, kami tidak mau salah dalam pengambilan keputusan, saya sedih melihat keadaan seperti ini,"  kata Rektor Zamruddin Hasyid.Saat ini 5  mahasiswa sebagai saksi dari FKIP Penjas ditemani 2 orang dari BEM Unmul sedang melakukan pencatatan data dan fakta dengan pihak rektorat guna keputusan mutasi yang melakukan pungli.

Penulis: Nevrianto
Editor: FeriMei
Sumber: Tribun Kaltim